Menggunakan Lensa Kontak
Lensa kontak adalah alat bantu koreksi refraksi berbentuk bulat tipis sebesar lingkaran kornea. Selain itu, lensa kontak juga bisa dipakai untuk tujuan penunjang fashion dan sebagainya sehingga tidak memiliki power dioptri atau plano. Lensa kontak memiliki sisi depan dan sisi belakang, penggunaannya tidak boleh sampai terbalik karena akan mengganggu penglihatan dan kenyamanan mata.
Ada banyak jenis lensa kontak, seperti softlens, RGP lens dan Toric lens. Namun saat ini saya akan menjelaskan mengenai penggunaannya saja.
Bila pasien menggunakan kacamata, Lensa kontak untuk tujuan koreksi kelainan refraksi perlu disesuaikan dengan nilai kelainan mata pasien. Penyesuaian ini dilakukan karena lensa kontak sebagai alat bantu refraksi langsung menempel di kornea sebagai media refrakta, berbeda dengan kacamata yang memiliki jarak antara bola mata dengan lensa kacamata, jarak ini disebut sebagai Vertex Distamce.
Dalam hal ini, pasien dengan Myopia < 3 D secara umum diberikan lensa kontak yang powernya dikurangi seperempat dari nilai kelainan mata pasien. Misalnya jika pasien memiliki kelainan Myopia sebesar -2.00 D, maka akan diberikan lensa kontak dengan power sebesar -1.75 D. Jika pasien memiliki nilai kelainan refraksi > 3 D, maka perhitungannya adalah berdasarkan rumus berikut:
FV: Power Kacamata
d: Vertex Distance
(Perhitungan untuk myopia dan hypermetropia)
Kunci : Myopia = Power lensa kontak dikurangi
Hypermetropia = Power lensa kontak ditambah
Tambahan:
Hari ini telah dilakukan praktek pemasangan lensa kontak.bersama rekan-rekan mahasiswa. Saya mendapatkan lensa kontak dengan power -3.50 sedangkan nilai myopia mata kanan yang saya miliki dengan menggunakan kacamata adalah sebesar -4.25.
Hasilnya adalah penglihatan cukup terang dan visus juga bertambah, kira-kira tersisa -0.75 sampai -0.50 saja di mata dan terasa nyaman, namun masih tidak jelas karena saya juga memiliki astigmat dan tidak terkoreksi oleh lensa kontak spheris. Hal ini membuktikan bahwa pengurangan nilai power bagi penderita myopia dilakukan untuk koreksi yang baik dan kenyamanan pasien.
Sekian sharing hari ini. Terimakasih telah membaca.
Ada banyak jenis lensa kontak, seperti softlens, RGP lens dan Toric lens. Namun saat ini saya akan menjelaskan mengenai penggunaannya saja.
Bila pasien menggunakan kacamata, Lensa kontak untuk tujuan koreksi kelainan refraksi perlu disesuaikan dengan nilai kelainan mata pasien. Penyesuaian ini dilakukan karena lensa kontak sebagai alat bantu refraksi langsung menempel di kornea sebagai media refrakta, berbeda dengan kacamata yang memiliki jarak antara bola mata dengan lensa kacamata, jarak ini disebut sebagai Vertex Distamce.
Dalam hal ini, pasien dengan Myopia < 3 D secara umum diberikan lensa kontak yang powernya dikurangi seperempat dari nilai kelainan mata pasien. Misalnya jika pasien memiliki kelainan Myopia sebesar -2.00 D, maka akan diberikan lensa kontak dengan power sebesar -1.75 D. Jika pasien memiliki nilai kelainan refraksi > 3 D, maka perhitungannya adalah berdasarkan rumus berikut:
FV: Power Kacamata
d: Vertex Distance
(Perhitungan untuk myopia dan hypermetropia)
Kunci : Myopia = Power lensa kontak dikurangi
Hypermetropia = Power lensa kontak ditambah
Tambahan:
Hari ini telah dilakukan praktek pemasangan lensa kontak.bersama rekan-rekan mahasiswa. Saya mendapatkan lensa kontak dengan power -3.50 sedangkan nilai myopia mata kanan yang saya miliki dengan menggunakan kacamata adalah sebesar -4.25.
Hasilnya adalah penglihatan cukup terang dan visus juga bertambah, kira-kira tersisa -0.75 sampai -0.50 saja di mata dan terasa nyaman, namun masih tidak jelas karena saya juga memiliki astigmat dan tidak terkoreksi oleh lensa kontak spheris. Hal ini membuktikan bahwa pengurangan nilai power bagi penderita myopia dilakukan untuk koreksi yang baik dan kenyamanan pasien.
Sekian sharing hari ini. Terimakasih telah membaca.

Komentar
Posting Komentar